Social Network Analysis

Analisis jaringan social (Social Network Analysis) memandang hubungan sosial dalam teori jaringan yang terdiri dari node dan edge (juga disebut tepi, link, atau koneksi). Node adalah aktor individu di dalam jaringan, dan edge adalah hubungan antara para aktor tersebut. Struktur berbasis grafik yang dihasilkan dari padatnya hubungan antara para aktor seringkali sangat kompleks. Ada banyak jenis hubungan antara node yang terjadi. Penelitian yang telah dilakukan pada sejumlah bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada berbagai tingkatan, mulai dari keluarga sampai dengan tingkat negara, dan memainkan peran penting dalam menentukan bagaimana masalah yang muncul dapat diselesaikan, organisasi dijalankan, dan sampai sejauh mana individu berhasil dalam mencapai tujuan mereka. Konsep-konsep ini sering ditampilkan dalam diagram jaringan sosial, di mana node adalah poin dan hubungan adalah garis (Pressmore, 2011).

Menurut Tsvetovat dan Kouznetsov (2011:1) analisis jaringan sosial (SNA) dapat digambarkan sebagai studi tentang hubungan manusia dengan cara teori graf. Sedangkan menurut Pinheiro (2011) studi tentang jaringan social bisa didefinisikan sebagai satu set node yang terdiri dari anggota jaringan. Node-node tersebut terhubung oleh berbagai jenis hubungan yang didefinisikan sebagai link. Di dalam SNA, analisis jaringan mengambil seluruh data koneksi di dalam jaringan yang ada untuk digunakan sebagai blok bangunan utama dari dunia sosial.

Analisis jaringan sosial juga menghasilkan pandangan alternatif, di mana atribut individu dianggap kurang penting dibandingkan dengan hubungan dan hubungan dengan aktor-aktor lain dalam jaringan mereka. Jaringan sosial juga telah digunakan untuk menguji bagaimana anggota dalam organisasi berinteraksi satu sama lain, banyak karakteristik koneksi informal yang menghubungkan eksekutif secara bersama-sama, serta asosiasi dan hubungan antara karyawan individu pada organisasi yang berbeda (Wasserman & Faust, 1994).

Social Network Analysis memiliki tiga pendekatan utama dalam studinya menurut Alamsyah, et.al. (2013) yaitu:
1. Grafik Representasi: Grafik SNA berdasarkan topologi jaringan seperti deteksi masyarakat, struktur jaringan, jalan acak dan jaringan temporal.
2. Conten Mining : Berfokus pada pemahaman model dan faktor-faktor yang mendorong penyebaran informasi dalam mengidentifikasi jaringan sosial online. Beberapa faktor yang harus diperhatikan dalam content mining seperti hastag, URL, analisis sentiment, dan deteksi sarkasme.3. Analisis Semantik : Analisis semantik dikembangkan karena kurangnya dukungan semantik dalam grafik representasi dan analisis isi. Perkembangan terbaru adalah penggabungan data terstruktur semantik yang kaya, meningkatkan kesadaran semantik untuk menangkap jaringan sosial dalam struktur yang jauh lebih komplek daripada grafik yang baku.

Buka Juga Degree Centrality

Leave a Reply