• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Slide # 1

    Slide # 1

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 2

    Slide # 2

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 3

    Slide # 3

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 4

    Slide # 4

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 5

    Slide # 5

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

     
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Aku, Kamu, Kita adalah Suratan Takdir-Nya

    Hampir 4 tahun menikah dan dikarunia seorang anak yang hampir 3 tahun usianya membuatku tak henti-hentinya bersyukur kepada sang pencipta. Nikmat dititipkannya suami yang sholeh, anak yang menggemaskan, bukan hanya itu saya juga mempunyai mertua dan ipar yang luar biasa baiknnya. Menikah bukan hanya akad dengan pasangan saja, tetapi hakikatnya menggabungkan 2 keluarga yang berbeda manjadi keluarga yang lebih besar.

    Sejak menikah saya dan suami LDR, namun alhamdulillah hampir seminggu sekali bisa berkumpul, bahkan tak jarang suami mengambil cuti beberapa hari untuk memanjangkan rindu pada keluarga. Saya, anak saya dan seorang pengasuh tinggal di Bandung. Saya sendiri adalah seoarang wanita karir yang selama jam bekerja terpaksa meninggalkan anak bersama bi Neno (pengasuh debay).

    Menjadi seorang istri yang LDR bersama suami ada suka dan dukanya. Menjadi kuat, mandiri, tangguh adalah sebuah keharusan. Tak jarang masalah sering muncul dalam keseharian di rumah, tetapi harus saya selesaikan sendiri. Ketika ada rapat rw, saya mewakili suami saya untuk datang. Ketika atap rumah bocor karena hujan badai, saya yang harus menyelesaikannya. Bahkan ketika rumah kerampokan beberapa kali, saya juga yang sendiri harus mengurus pelaporannya. Ah, rasanya tanggung jawab ini begitu besar. Sebelum bekerja, saya mengerjakan beberpa pekerjaan seperti menyiapkan makanan debay dan bibi, sisanya alhamdulillah dapat dikerjakan asisten rumah tangga. Sepulang kantor, si kecil langsung merengek minta main, walhasil baru jam 9 malam saya bisa duduk istrahat dan makan malam.

    Lelah?? iya..sangat lelah..tapi hal itu langsung sirna setelah saya menyadari bahwa kesibukkan inilah yang membuat saya merasa hidup dan kuat.

    Saya pernah berfikir, bagaimana kisah hidup saya andai suami saya ada di rumah selama ini. Kemudian saya mendaftarkan banyak hal:

    • Mungkin saya tidak bisa menyetir mobil
    • Mungkin saya tidak tahu cara pasang gas LPG
    • Mungkin saya tidak pernah ke bengkel mobil
    • Mungkin saya tidak kenal dengan tetangga

    Ah, ternyata ini hikmah LDR kita, saya menjadi paham pentingnya peran dan kekuatan saya untuk keluarga. Saya harus terus kuat, karena saya dibutuhkan. Dan menjadi dibutuhkan adalah berkah yang tak ternilai, kebahagiaan yang tak tergantikan.

     

    Terima kasih suami ku

    Terima kasih debay

     

    Leave a Reply