• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Slide # 1

    Slide # 1

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 2

    Slide # 2

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 3

    Slide # 3

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 4

    Slide # 4

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 5

    Slide # 5

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

     
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • [NHW 5] Belajar Bagaimana Caranya Belajar

    Topik Nice Home Work 5 ini sangat menarik, saya selalu tertangtang untuk terus menulis setelah ikut Komunitas Ibu Profesional. Membaca dari beberapa referensi tentang bagaimana desain pembelajaran bagi anak usia 3-4 tahun, saya menyimpulkan beberapa hal:

    • Lingkup perkembangan : merespon nilai-nilai agama dan moral
    • Tingkat Capaian:
      • Mulai memahami perilaku yang berlawanan (baik vs buruk), (rajin vs malas), (benar vs salah)
      • Mulai paham arti kasih dan sayang sang pencipta
    • Media pembelajaran yang digunakan: buku gambar/ bacaan bergambar mengenai agama, kartu huruf, hijaiyah, cerita nabi-nabi, cerita fauna

    Namun, setiap anak memang unik, Aldrich Azmi misalnya anak saya, belum terlihat tandda-tanda ketertarikan pada hewan atau buku cerita. Sehingga saya perlu mensiasati media pembelajaran yang digunakan.

    Perkenalan terhadap Allah SWT:

    Cara saya memperkenalkan sang pemilik jiwa pada anak saya adalah dengan membaca dzikir yang dikeraskan, makin sering saya berdzikir sesering itu juga anak saya menirukan kalimat Subhanallah, Alhamdulillah, Laa Ilaaha Illallah, dan Allahu Akbar.

    Saya juga mulai mengaitkan segala sesuatu dengan ciptaan Allah. Contoh: “Nak, itu gunung warnanya apa?, biru bunda, Gunung itu ciptaan..,  Allah”

    Perkenalan terhadap dua Perilaku Berlawan:

    Saya agak berhati-hati ketika mengajarkan atau mengomentari tindakan anak saya. Jika anak melakukan sikap terpujji (misalnya mengalah ketika berebut mainan), komentar saya pasti positif “anak pintar, debay main yang lain dulu yah, nanti tukeran”. Nah yang agak hati-hati ketika anak saya bersikap sebaliknya (merebut mainan anak lain), saya akhirnya sepakat bersama suami untuk berkomentar “bunda boleh pinjam mainannya yah buat di bersihin dulu, tuh banyak debu” dan buru2 setelah itu perhatiannya dialihkan dan mainanpun disembunyikan sampai situasi aman.

    Agar debay tahu tindakan mana yang baik dan buruk, kami nasihatin sebelum tidur misal “debay tahu gak, kalau anak yang baik itu suka berbagi mainan. Nah kalo debay gak berbagi mainan berarti baik gak?, dia jawab enggak bunda.

    Waktu pembelajaran:

    Debay itu paling bisa diajarin sebelum tidur, sisanya dia main, makan, dan ngoceh apa aja yang dia sukai. Jadi sebelum tidur biasanya agenda chit-chat menyenangkan, sambil mijitin punggung debay dan sampai bocah ini tidur dengan aman sentosa.

    Objek Pembelajaran:

    Saat ini, kendaraan, warna dan angka adalah tiga objek yang debay sukai. Hewan dan lainnya belum ditanggapi dan seringnya sekali lihat langsung bosan.

    Media pembelajaran:

    Karena ketertarikan debay pada 3 objek tersebut sangat serius, saya akhirnya sering membelikan berbagai macam kendaraan dengan ukuran yang beragam Setiap saya beli mainan baru, dia langsung sebut nama kendaraan (lebih dari 30 jenis kendaraan dia tahu), warna nya apa dan berapa jumlah jendela, pintu dan ban pada kendaraan tersebut.

    Itu ceritaku, bagaimana ceritamu??

    Leave a Reply