• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Slide # 1

    Slide # 1

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 2

    Slide # 2

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 3

    Slide # 3

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 4

    Slide # 4

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 5

    Slide # 5

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

     
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • EPIC Model

    Durianto (2003:86) mengatakan bahwa EPIC Model adalah model untuk mengukur efektifitas iklan. EPIC Model terdiri atas empat dimensi kritis yaitu: empati, persuasi, dampak, dan komunikasi (empathy, persuasion, impact, dan communication). Teori EPIC Model biasa digunakan oleh Nielsen.

    Dari keempat dimensi kritis yang di ukur dalam EPIC Model ini dapat dijelaskan sebagai berikut :

    1. Dimensi Empathy

    Dimensi empati menginformasikan, apakah konsumen menyukai suatu iklan dan menggambarkan bagaimana konsumen melihat hubungan antara suatu iklan dengan pribadi mereka. Dimensi empati ini memberikan informasi yang berharga tentang daya tarik suatu merek. Empati melibatkan afeksi (affect) dan kognisi (cognition) konsumen. Menurut J.Paul dan Jerry C. Olse dalam Durianto (2003:87), afeksi dan kognisi mengacu pada dua tipe tanggapan internal psikologis yang dimiliki konsumen terhadap rangsangan lingkungan dan kejadian yang berlangsung. Dalam bahasa yang lebih sederhana, afeksi melibatkan perasaan, sementara kognisi melibatkan pemikiran. Variasi tanggapan afektif dapat berupa penilaian positif, negatif, menyenangkan, atau tidak menyenangkan. Sedangkan kognisi mengacu pada proses mental dan struktur pengetahuan yang dilibatkan dalam tanggapan seseorang terhadap lingkungannya. Termasuk juga pengetahuan yang diperoleh seseorang dari pengalaman, serta yang tertanam dalam ingatan mereka.

     

    1. Dimensi Persuation

    Dimensi persuasi menginformasikan apa yang dapat diberikan suatu iklan untuk peningkatan atau penguatan karakter suatu merek, sehingga pemasang iklan memperoleh pemahaman tentang dampak iklan terhadap keinginan konsumen untuk membeli serta memperoleh gambaran kemampuan suatu iklan dalam mengembangkan daya tarik suatu merek. Persuasi (persuation) adalah perubahan kepercayaan, sikap, dan keingingan berperilaku yang disebabkan suatu komunikasi promosi Durianto (2003:87). Dan keinginan berperilaku didefinisikan sebagai keinginan konsumen untuk berperilaku menurut cara tertentu dalam rangka memiliki, membuang, dan menggunakan produk atau jasa. Sebelum bertindak, seseorang seringkali mengembangkan keinginan berperilaku berdasarkan kemungkinan tindakan yang akan dilakukan. Komunikasi promosi, seperti periklanan, yang dapat mempengaruhi konsumen dapat menggunakan dua proses kognitif, yaitu jalur sentral dan jalur periferal menuju persuasi. Jalur sentral menuju persuasi cenderung muncul ketika keterlibatan konsumen meningkat. Pada jalur sentral, konsumen memfokuskan diri pada pesan produk dalam iklan. Sedangkan jalur periferal menuju persuasi cenderung muncul ketika keterlibatan konsumen lebih rendah. Dalam jalur periferal, konsumen tidak memfokuskan diri pada pesan produk dalam sebuah iklan tetapi pada perangsang periferal, seperti selebriti atau musik yang populer dan menarik.

    1. Dimensi Impact

    Menurut Durianto (2003:88) dimensi dampak (impact) menunjukkan, apakah suatu merek dapat terlihat menonjol dibandingkan merek lain pada kategori yang serupa, dan apakah suatu iklan mampu melibatkan konsumen dalam pesan yang disampaikan. Dampak yang diinginkan dari hasil iklan adalah jumlah pengetahuan produk yang dicapai konsumen melalui tingkat keterlibatan konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan. Keterlibatan konsumen mengacu pada efektifitas iklan konsumen tentang pentingnya atau relevansi personal suatu obyek, kejadian, atau aktivitas. Keterlibatan adalah status motivasi yang menggerakkan serta mengarahkan proses kognitif dan perilaku konsumen pada saat mereka membuat keputusan.

    1. Dimensi Communication

    Menurut Durianto (2003:89) dimensi komunikasi memberikan informasi tentang kemampuan konsumen dalam mengingat pesan utama yang disampaikan, pemahaman konsumen, serta kekuatan kesan yang ditinggalkan pesan tersebut. Perspektif pemprosesan kognitif adalah inti untuk mengembangkan strategi pemasaran yang berhasil, merupakan permasalahan komunikasi. Proses dimulai ketika suatu sumber komunikasi promosi menentukan informasi apa yang harus dikomunikasikan, kemudian meng-encodingkan pesan tersebut dalam bentuk simbol-simbol yang paling tepat. Pesan ditransmisikan ke sebuah penerima melalui media penerima atau konsumen. Jika ingin digiring ke suatu aktifitas promosi, konsumen harus bisa menerjemahkan makna dari komunikasi promosi yang telah dilakukan.

    Metode pengukuran dengan menggunakan EPIC Model mempunyai kelebihan dibandingkan dengan metode lainnya, karena penilaian dari empat dimensi EPIC (empathy, persuassion, impact, communication) diukur secara terpisah sehingga, memungkinkan perusahaaan untuk mengatasi kelemahan yang terdeteksi kurang efektif dari EPIC dari sisi empati, persuasi, dampak, atau komunikasi.

    Leave a Reply