• Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Slide # 1

    Slide # 1

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 2

    Slide # 2

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 3

    Slide # 3

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 4

    Slide # 4

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

    Slide # 5

    Slide # 5

    Far far away, behind the word mountains, far from the countries Vokalia and Consonantia, there live the blind texts Read More

     
  • Student Affairs
  • Grants and Awards
  • Efektivitas Sistem

    Disarikan dari tulisan M Arief (2016), MBTI, FEB, Telkom University Mengenai STRATEGI BADAN PELAYANAN DAN PERIZINAN TERPADU KOTA BANDUNG DALAM MENGEFEKTIFKAN HAY.U BANDUNG

    Definisi efektivitas menurut Kurniawan (2005:109), kemampuan melakukan kegiatan program baik melaksanakan tugas, fungsi atau misi pada suatu organisasi atau sejenisnya, dan pada pelaksanaan tugasnya tidak ada tekanan diantara pelaksana tugas.

    Efektivitas adalah hubungan antara proses dengan tujuan, besarnya efektif suatu organisasi, acara, atau kegiatan, maka dilatarbelakangi oleh besarnya sumbangan dari proses terhadap pencapaian tujuan (Mahmudi, 2005:92). Berdasarkan pendapat Mahmudi (2005:92), efektivitas memiliki hubungan antara proses dengan hasil atau tujuan. Tujuan yang efektif didapat dari kontribusi proses yang besar.

    Efektivitas juga sering dikaitkan dengan efisiensi. Oleh karena itu Zahnd (2006:200) mendefinisikan efektivitas dan efisiensi, Zahnd mendefenisikan ektivitas yaitu berfokus pada akibatnya, pengaruhnya atau efeknya, sedangkan efisiensi berarti tepat pengerjaannya atau sesuai untuk mengerjakan sesuatu dengan dalam pelaksanaanya tidak membuang-buang waktu, tenaga dan biaya.

    Mengukur Efektivitas Sistem

    Untuk menganalisa sistem didefinisikan oleh Fatta (2007:24) adalah sebagaimana memahami dan menspesifikasi dengan detail apa yang harus dikerjakan oleh sistem. Analisis sistem dan desain informasi didefinisikan sebagai proses organisasional kompleks dimana sistem informasi yang menggunakan komputer diimplementasikan.

    Model pengukuran sistem informasi telah banyak dikembangkan oleh para peneliti seperti model DeLone dan McLean (2003) menemukan bahwa sebuah sistem informasi dapat direprentasikan oleh karakteristik kualitatif dari sistem informasi (system quality), kualitas dari output sistem informasi (information quality), konsumsi terhadap output (use), respon dari pengguna terhadap sistem informasi (user satisfaction), dan pengaruhnya terhadap kinerja dari organisasi (organizational impact). DeLone dan McLean menggambarkan pengukuran sistem seperti pada Gambar 2.1:

    Untitled

    Gambar 2.1 Model DeLone dan McLean

    Sumber:DeLone dan McLean (2003).

    Dalam menganalisis sebuah sistem, teori yang penulis ambil yang sesuai dengan keadaan yang ada di tempat penelitian adalah teori ukuran efektivitas sistem oleh Fatta. Menurut Fatta (2007:51) akan dilakukan terhadap beberapa aspek antara lain adalah kinerja, informasi, ekonomi, kontrol, efisiensi dan pelayanan pengguna. Analissis ini lebih dikenal sebagai PIECES Analysis (performance,information, economy, control, eficiency and service. Sistem yang dianalisis digunakan untuk menemukan beberapa masalah utama ataupun masalah yang bersifat awal dari masalah utama, oleh karena itu analisis ini sangat penting untuk mengidentifikasi sebuah sistem informasi.

    Performance atau kinerja adalah suatu kemampuan sistem dalam menyelesaikan suatu tugas dengan cepat dan dapat segera tercapai tujuannya. Kinerja diukur dengan volume pekerjaan dan waktu tanggap. Information (Informasi) merupakan hal yang penting karena dengan informasi yang diberikan pihak manajemen dan user dapat menentukan langkah pekerjaan selanjutnya. Informasi diukur dengan informasi yang terkini, relevan, dan akurat. Effeciency (Efisiensi) berhubungan dengan bagaimana sumber dapat digunakan secara optimal yang dapat diukur dengan banyak waktu terbuang, apakah data diinput atau diproses secara berlebihan, dan usaha yang dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan. Control (Kontrol) melingkupi peningkatan terhadap pengendalian untuk mendeteksi dan memperbaiki kesalahan-kesalahan serta kecurangan-kecurangan yang dan akan terjadi seperti privasi data. Economy (Ekonomi) adalah pemanfaatan biaya yang digunakan dari pemanfaatan informasi. Peningkatan terhadap kebutuhan ekonomis dapat mempengaruhi pengendalian biaya dan pengendalian manfaat. Service (Layanan) melingkupi peningkatan layanan yang diberikan oleh sistem, dapat berupa keakuratan, konsistensi data, dan mudah digunakan bagi user.

    Referensi:

    DeLone, W, H dan McLean. (2003). Information System Succes:The Quest for the Dependent Variable. Marach:Information System Research.

    Fatta, Hanif. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi. Yogyakarta:ANDI

    Kurniawan. (2005). Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta:Pembaharuan.

    Mahmudi. (2005). Manajemen Kinerja Sektor Publik, Yogyakarta:UPP STIM YKPN.

    Zahnd, Markus. (2006). Strategi Arsitektur 2:Perancangan Kota Secara Terpadu, Yogyakarta:Kanisius.

    Leave a Reply